Sunday, September 25, 2011

SAYA

Sudahlah Kawan!!!
 
“Aku terlahir sebagai pemimpin”, itu pasti. Dilahirkan di desa Bandar Khalipah, desa yang penuh kedamaian, desa yang dipenuhi oleh para pemimpin masa depan, insya Allah, yang kucintai hingga akhir hayat. Aku-lah salah satu tonggak peradaban dunia. Adalah sebuah keniscayaan hancurnya dunia ini jika aku dan kaumku tidak beriman kepada Allah. Semua yang kulakukan memiliki konsekuensi yang pastinya akan ku tanggung seumur hidup dan di hadapan Allah Al Kariim. Aku tidak berusaha untuk melukai hati dan perasaanmu, dan ku harap begitu juga denganmu. Dengan atau tanpamu hidupku akan baik-baik saja. Ku yakin Allah memberiku hadiah berupa cobaan kesabaran melalui dirimu. Bagiku, Kau bukan ikhwan yang tangguh.
Teruntuk inspirasiku tercinta, Aisyah radiyallahu anha semoga dengan apa yang telah engkau lakukan selama hidupmu, kecerdasanmu, keberanianmu, kelincahanmu, dan sifat manjamu tetap mengalir dalam darahku.
Di umurku yang belum genap 20 tahun, sudah ada beberapa ajnabi yang masuk melamar dan Alhamdulillah dengan kejernihan hati dan fikiran yang tenang kutolak pinangan itu dengan bismillah. Dan siapakah diri engkau dengan berbangga hati menjatuhkan dan menyudutkan seorang wanita pembangun peradaban. Semoga Allah mengampuni dosamu.
25 Sept 2011

Qoriyanti
Koordinator Departemen Keputrian UKMI Ar Rahman UNIMED
Sekretaris Umum & Sekr. Tim Formatur Ukhuwah Mahasiswa Muslim Matematika UNIMED
Bendahara Matematika Bilingual 2009 UNIMED


»»  READMORE...

Tuesday, August 16, 2011

Ijinkan Aku Menunduk! Duhai Cantik!!

Surat Terbuka untuk Para Gadis
Dalam rangka memperingati hari jilbab
(Curhatan dari Seorang Lelaki Gundah: UnCensored)
Ijinkan Aku menunduk! Duhai Cantik!
Bismillahirrahmaanirrahiim, Assalamu’alaikum Wr. Wb


              Kamu tau kenapa saya suka gadis yang memakai jilbab panjang, walau kucel sekalipun? Dan kamu tau kenapa saya tidak berani sekedar melihat gadis berparas cantik? Apalagi mengajaknya bersenda gurau? Walau sekali sangat ingin kulakukan. Jawabannya sederhana, karena mata dan pikiran saya susah diajak kompromi. Bisa dibayangkan bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini mulai dari pintu keluar sampai kembali masuk rumah lagi. Dan kamu tau? Di kampus tempat saya seharian di sana, kemana arah mata memandang selalu saja membuat mata terbelalak. Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang, mendongak ke atas langit atau menunduk ke arah tanah atau menutup mata ketika berjalan…tentu pilihan terakhir ini sangat tidak mengenakkan. Melihat kedepan ada perempuan berlenggok dengan seutas “tank top”, noleh ke kiri pemandangan “pinggul terbuka”, menghindar ke kanan ada sajian “celana ketat plus you can see”, balik ke belakang dihadang oleh “dada menantang!” Astaghfirullah…kemana lagi mata ini harus memandang?
                Kalau saya berbicara nafsu, ho how jelas semua lelaki suka. Kurang merangsang itu mah! Tapi sayang, saya tak ingin hidup ini dibaluti nafsu. Saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya tenang. Saya ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata. Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, kalau dipandang bikin sejuk di mata (seperti ibuku). Bukan paras yang membikin mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh pikiran “ngeres” dan hatipun menjadi keras. Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi, saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi. Kecuali bagi mereka yang memang punya niat untuk menarik lelaki untuk memakai asset yang sangat muahal yang mereka punya. Kalau ada lelaki mengatakan tidak ada perasaan apa apa jika melihat “you can see”, kukatakan itu adalah bull shit gombal, sekalipun ia orang ber”iman” (contohnya Nabi Yusuf as) apatah lagi sen”iman”. Kalaupun ada yang bener-bener jujur nggak ada perasaan… Cuma ada beberpa opsi jawaban, Pertama; ia adalah saudaramu, kedua: memang kamu tidak menarik…walaupun seseksi apapun kamu dandan…ketiga: memang sudah amat sangat terbiasa banget menikmati “you can see” sehingga sudah tidak ada feeling lagi jika hanya melihat tok. Inipun terbagi dua kategori lagi yaitu: ada yang karena kebudayaannya masih seperti (maaf) Irian Jaya sing ndessonya ndesso (pemahaman tentang aurat masih sangat sederhana), yang kedua dah tahu nikmatnya melihat aurat dan dah sering melihat yang “lebih dari itu”. Nggak percaya!!! Contoh nyatanya ini. Saya pernah nonton Dorce Show belum lama ini dan kebetulan temanya cukup provokatif. Intinya ini pelacur ditanya oleh psikolog UI, “Adakah perasaan suka sama lawan mainnya?” Merekapun menjawab …sudah tidak ada feeling alias biasa-biasa saja.” Itu jawaban jujur sekaligus mengejutkan kata psikolog UI, “karena apa? Ya karena sudah terbiasa, professional banget” lanjut kata psikolog UI. Trus dalam buku picisan “Tuhan, Izinkan Aku Jadi Pelacur” (karya Muhiddin M. Dahlan) di situ memberikan pesan bahwa gadis yang menjadi pelacur adalah ingin memberikan pelajaran (mengaku atas nama Tuhan) atau bahasa kasarnya balas dendam dan menyiksa kepada kaum lelaki, karena ia tahu jika lelaki sudah mencicipi sekali saja, ia akan menjadi pecandu yang sangat tersiksa jika tidak mendapatkannya lagi. WH4TZ th3..f***??? (baca: Setan apa ini?). Seperti saking seringnya, ia kekenyangan air, tapi tetap kehausan karena yang dimunum air laut, selanjutnya diminum lagi air laut tersebut dst.dst.dst… Dan jenengan wahai para gadis...sangat mengherankan jika jenengan sampai rela telanjang hanya untuk sebuah kata yang abstrak yaitu: seni! Padahal kalian adalah karya seni Illahi yang sangat tiada bandingnya, sehingga tidak semua orang boleh mencicipinya sebelum “Sang Pengukir” meridhainya. Nah, hal itu juga berlaku buat para lelaki yang sudah terbiasa melihat “you can See”. Illfeel...selanjutnya lelaki ingin lebih dari itu, yaitu “you can touch” dan jika sudah terbiasa juga….”you can buy”. Ujung-ujungnya aborsi, dan akhirnya menyalahkan Tuhan (seperti setan menyalahkan Tuhan karena memvonis sesat.)
                Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar kata dasarnya adalah penuh daya tarik seks. Kalau ada wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang punya fithrah dihormati dan dihargai semestinya Anda malu, karena penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi Anda, membayangkan Anda adalah objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap Anda melakukan lebih seksi, lebih… dan lebih lagi. Dan Anda tau apa kesimpulan yang ada dalam benak sang lelaki? Yaitu: inilah selanjutnya…
                Duhai para Gadis Anda belum yakin juga? Nih ada majalah kesehatan MensHealth edisi lawas yang pernah penulis baca. Salah satu isinya pernah memuat penelitian yang kesimpulan akhirnya adalah: hampir 100% semua laki-laki bila pertama kali melihat wanita seksi yang pertama kali dibayangkan adalah “Apakah ia cocok denganku “diatas ranjang” - alamak ketahuan deh..tapi untungnya yang diteliti adalah orang-orang korban westernisasi alias Bule, dan semoga…ada penelitian lain yang mampu menyanggah hasil penelitian tersebut dan saya siap jadi sampelnya.
                Mau tidak mau, sengaja atau tidak Anda sudah membuat diri Anda tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan Anda sendiri yang Anda sajikan pada mata lelaki. Betapapun lelaki memuji penampilan Anda yang seksi, jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri Anda, apa itu dengan kata-kata yang nyeleneh, pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan. Siapa yang semestinya disalahkan? Saya yakin Anda menjawabnya “lelaki” bukan? Oh, betapa tersiksanya menjadi seorang lelaki di zaman sekarang ini! Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau tidak ada yang jual. Simpel saja, orang pasti akan beli kalau ada yang nawarin. Apalagi barang bagus itu gratis, wah pasti semua orang akan berebut untuk mendapatkannya. Nah apa bedanya dengan Anda menawarkan penampilan seksi Anda pada khalayak ramai, saya yakin siapa yang melihat (laki-laki) ingin mencicipinya.
                Allah Ta’ala telah berfirman: “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya”, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (Q.S. An-Nur: 30-31). Jadi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di ruangan kecil ini, duduk-duduk di mushalla yang sejuk, sambil berliqo’at ria dengan teman lain, mengIqraa’ Al-Qur’an dan “do nothing but ngaji”. Saya hanya ingin menahan pandangan mata ini dan semoga juga hati. Biarlah saya tak kenal (gaul) siapa ia gadis yang seksi (terutama di kampus), daripada saya tak bisa menahan diri bila ada “kue” yang siap disantap di hadapan saya. Padahal tidak boleh dimakan walaupun perutku sudah keroncongan. Jadi tak salah juga bukan? Kalau saya paling malas diajak ke mall, jjs, kafe, kronggilan (nongkrong dipinggir jalan), boncengan, naik mobil berdua ke Kesawan Square malam minggu, dan tempat-tempat lain yang selalu menyajikan keseksian.
Begitulah seharian tadi saya harus menahan penyiksaan pada mata ini. Bukan pada hari ini saja, rata-rata setiap harinya. Biarlah para gadis mengatakan bahwa diriku kurang gaul, sok suci, munafik, kaku, terlalu membesar-besarkan masalah, “so whatz gitu loh?”, egp, khayal, dll, tapi lebih munafik mana Anda yang berislam, tapi berpenampilan western, atau saya yang susah tuk beribadah khusyuk, tapi kafe gaulnya di masjid, lebih munafik mana?
                Biarlah para lelaki ada yang sangat berbangga dengan banyak para gadis menjadi korban “kejantanannya”, tapi bagiku aku lebih bangga menjadi muslim jomblo berkualitas tinggi (high quality jomblo)__tapi tetap cari pendamping hidup. Karena hal itu sangat sulit bisa dilakukan oleh mereka yang berbangga menjadi PlayBoy sambil mencari pendamping hidup, dan menjadi playboy bagiku adalah pilihan yang mudah dan menggoda, karena apa?...zaman sekarang, sangat mudah untuk menjadi PlayBoy, sekali lagi sangat sangat mudah bagiku. Zo tak ada tantangan buat jadi PlayBoy, dah nggak zaman bung. Saya ingin protes, tapi mau protes ke mana? Cara yang tepat mengeluarkan uneg-uneg bagaimana? Ingin menasehati kaum wanita secara perorangan tentu sangat tidak boleh (menimbulkan fitnah), ingin lewat ceramah…tentu cara ini sudah sangat terbiasa nanti kalian ill-feel ill Ear…akhirnya kupakai cara dan bahasa yang sangat berani, blak-blakan dan tak biasa yaitu lewat tulisan ini.
                Kembali lagi, apakah tidak bisa alias hampir tidak mungkin untuk mendapatkan win win solution?, atau apakah saya harus menikmatinya? (seperti kata aktivis Jaringan Islam Liberal: Sudah saatnya di era globalisasi keshalihan dan kemaksiatan bersinergi serta hidup rukun) yuck!!! Aku paling muak perkataan oportunis seperti itu, tak punya izzah (bargaining position). Solusi tak cerdas alias tidak berusaha membuat konstruksi social alternative di luar zaman sekarang. Dan saya sungguh berusaha tuk takut dengan Zat yang memberi mata ini. Bagaimana saya mempertanggungjawabkan nanti? Dan saya pasti akan amat sangat malunya jika Allah menunjukkan kepada para Gadis, “Wahai para Gadis, ini pria-pria yang diam-diam dibikin pusing 16 keliling oleh kalian!” dan istriku menatapku dengan mata lotot, apakah kalian berpikir sampai kesana?. Sungguh dilema yang berkepanjangan dalam hidup saya.
                Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilema seperti saya ini (terutama yang jomblo karena pilihan). Pasti memang ada lelaki lain yang menikmati, tetapi sebagian besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa. Bagi Anda para wanita: apakah akan selalu bahkan semakin menyiksa kami sampai kami tak mampu lagi memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk? Kemudian dengan sangat sangat terpaksa (atau senang hati?) mengambil kesimpulan menikmati pemandangan yang Anda tayangkan? Dan akhirnya kami pacari kalian semua untuk berlama-lama “You can see, nggak tahan you can touch nggak tahan you can buy” bosan…you can sell it?
                Atau aku harus menjauhi dan bermuka masam serta cuek abis bagaikan bertemu musuh kepada kalian khususnya gadis berparas cantik dan seksi, bukan karena benci, bukan karena tidak suka, bukan karena najis, tapi karena aku sangat menyayangi kalian karena Allah (ugh gombal!!!), dan takut berzina mata hingga berzina pikiran yang akhirnya berzina hati, dan akhirnya berzina tubuh. Dan ketahuilah...sungguh andaikan aku HANYA menikmati dalam melihat kalian, tentu dosaku hanya dosa melihat, sedangkan kalian para gadis mendapat dosaku yang melihat tubuhmu. Dan ada berapa lelakikah yang melihat tubuhmu dalam sehari?
                Tulisan ini tentu harapan saya adalah ada respon balik, khususnya dari para gadis “you can see”. Dan responnya dengan berjilbab, bukan dengan respon lain, dan semoga bukan karena lelaki dibalik tulisan ini, tapi karena Allah.
                Sebenarnya tulisan ini adalah hasil modifikasi tulisan lelaki lain yang sama gundahnya seperti saya didalam milis yang saya ikuti.
                So, Gadis berjilbablah… karena itu sungguh nyaman, tentram, anggun, cantik, mempesona dan tentunya sejuk di mata.
                So, Berjilbablah… karena sungguh ia bukan hanya symbol tapi ia pelindung symbol, ia benteng terbaik “kelopak seni” Anda, ia adalah cerminan jiwa pribadi Anda.
                So, Berjilbablah… karena ia adalah puncak dari segala peradaban manusia beradab dan modern, bukankah sebelum zaman rasul semua pakaian seperti zaman kapitalis sekarang? Cuma bentuk dan bahannya saja yang berbeda.
                So, Berjilbablah… karena sungguh ia adalah kaya misteri suci yang kan dicari para lelaki sholeh, bukankah semua pelacur dicari oleh lelaki hidung belang dan mata ke”ranjang”?
                So, Berjilbablah… karena sungguh ia adalah bunga di segala musim, ia pengundang lebah jantan yang lewat. Bukankah bangkai anjing pengundang segala laler, tapi sekaligus “Rasul memerintahkan kita untuk membuka mulut anjing dan melihat giginya yang putih bersih”
                So, Berjilbablah… karena sungguh ia tidak hanya dirindukan makhluk bumi, tapi juga dirindukan makhluk Langit.
                So, Berjilbablah… karena ia sungguh bukan hanya kewajiban, bukan hanya kebutuhan, tapi lebih dari itu, ia adalah bentuk rasa syukurmu pada sang Khalik atas karya selaput rahim semsta.
                Ditambah lagi… ijinkan aku menunduk… duhai Cantik!
                Wallahua’lam bish-shawab.

Disebarkan oleh:Dept. Keputrian UKMI Ar Rahman UNIMED atas seizin Penulis dalam rangka memperingati HARI JILBAB.
»»  READMORE...

Thursday, July 28, 2011

Download Aplikasi KRS Online UNIMED 2011

KRS Online UNIMED (EDIT)

Hmmmm…. Dari judulnya mudah-mudahan meyakinkan buat kasi info untuk pengisian krs. Bagi kamu mahasiswa/i unimed baik yang lama atau pun yang baru (2011) yang sedang gencarnya melakukan serangan ke situs unimed (untuk download softwarenya) atau paling tidak yang sudah punya software krs nya sedikit tenang (karena sudah punya juru kuncinya), masih belum bisa melakukan pengisian krs sampai hari ini 28 juli 2011 padahal dari announcement unimed seharusnya bisa mengisi krs dari tanggal 25 Juli 2011. Yah, buat mahasiswa baru ni cukup buat pusing, nah lo tanggal 15 Agust sudah mulai perkuliahan aktif (bulan ramadhan juga cuy) tapi hingga tanggal 28 Juli belum ada perkembangan mengenai krs nya. Otherwise untuk mahasiswa lama tidak begitu panik karena sudah cukup pengalaman tentang peng-krs online-an ini yang notabene nya memang LoLa a.k.a Loading Lama (ahhhay). Ada baiknya kita memaklumi dan mensyukurinya, karena jika kita bersyukur maka kemudahan itu akan datang dari Allah SWT (insya Allah). Semakin kita bersyukur semakin banyak nikmat yang akan kita terima. (Amin).
OK langsung ke inti permasalahannya, tata cara pengisian krs unimed ini tidak bisa dibilang rumit karena pada hakikatnya sudah ada panduan dari unimed. Nah, Tutorial eAkad mahasiswa bisa kamu lihat disini nih,


Bagi yang belum punya softwarenya hayuk bisa didownload disini,

*Edit
http://download.unimed.ac.id/

Software ini portable, ringan (6,232 KB) dan bisa kamu simpan di dalam flashdisk, komputer rumah, laptop, dll.

Semoga Bermanfaat
Terima Kasih

»»  READMORE...

Sunday, July 17, 2011

Murabbi Masa Depan

 Murabbi

Bismillahirrahmaanirrahim..
Sebelum kita mengenal lebih jauh tentang kata murabbi, ada baiknya kita mengetahui arti kata murabbi itu sendiri. Secara harfiyah murabbi berasal dari kata rabba – yurabbi – rabban yang artinya mendidik [lih: didik]. Murabbi adalah isim fa’il yang kedudukan wazannya adalah sebakai pelaku. Artinya kata murabbi disitu adalah sebagai pendidik, pendidik dalam hal apa? Banyak hal yang bisa diajarkan oleh seorang pendidik karena pendidik merupakan kata benda yang tergeneralisasi. Seorang murabbi (pendidik) dapat menyampaikan ilmu, amal, akhlak dan ibrah. Ilmu yang disampaikan oleh murabbi dapat berupa wawasan yang ter up date pada masanya, materi yang telah ada didalam referensi dalam berbagai bidang ataupun wacana/issu yang sedang berkembang di masyarakat. Amal yang diajarkan oleh murabbi berpedoman pada Al qur-an, As sunnah, ijma’ para shahabah/iyah dan ijtihad ulama yang dapat kita temukan referensinya dari berbagai sumber. Akhlak yang diajarkan oleh para murabbi tentang kepantasan kita dalam berprilaku yang dinilai shahih atau tidak dalam pandangan dien kita, Islam, dan dalam memecahkan sebuah permasalahan yang sesunguhnya itu akan mendewasakan kita. Ibrah yang disalurkan dari para murabbi adalah pengajaran yang mulia dari sirah-sirah nabawiyah yang sangat menggetarkan hati dan begitu mudahnya menitikkan air mata karena begitu patuhnya para sahabat akan perintah-perintah Nabi yang merupakan murabbi paling sempurna, manusia maksum yang namanya paling diingat dalam sejarah peradaban Islam, begitu khusyu’nya para sahabat nabi dan pura-puranya kita. Begitu kuatnya keyakinan mereka dalam menjalankan perintah Nabi sehingga apapun keadaannya maka mereka akan siap dengan segala resiko yang akan dating. Seperti dalam kisah berikut ini bercerita tentang kekuatan haqqul yaqin pada diri seorang mutarabbi Rasulullah dan menegaskan bahwa begitu berpura-puranya kita didalam hidup ini. Berikut ceritanya.

Rasulullah usai dari pertempuran melawan salah satu kabilah yang menentang Daulah Islamiyah yang tengah berdiri di Madinah. Pertempuran itu dimenangkan oleh kaum Muslimin dengan menghalau mereka kembali ke kampung halaman mereka. Salah seorang dari kabilah itu kembali kerumahnya dan tidak menemui istrinya disana. Ia mengira bahwa istrinya ditawan oleh kaum Muslimin. Ia bersumpah untuk tidak kembali ke rumah hingga mendapatkan istrinya. Akhirnya ia mengintip pasukan Muslimin. Rasulallah memerintahkan tentara untuk berhenti ketika malam menjelang untuk menginap hingga pagi. Beliau meminta dari para sahabat untuk bertugas hirosah (ronda). Amar bin Yasir dan Ubad bin Bisyr sanggup memikul tugas itu.
Ketika mereka keluar ke mulut gang, si Anshar berkata kepada Muhajir, yakni Ubad kepada Amar.
            “Malam yang mana yang kau sukai, awal atau akhirnya?”
            “Biarkan untukku awalnya”
            Maka si Muhajir, Amar, mulai membaringkan tubuhnya lantas tidur. Sedang Anshar, Ubad, beranjak mengerjakan shalat. Kemudian datanglah orang itu. Ketika melihat sesosok manusia, ia yakin bahwa orang itu (Ubad) adalah penjaga kaum muslimin, maka ia bidikkan anak panah kearahnya, ia lepaskan dan mengenainya, namun sahabat itu dalam keadaan berdiri. Kemudian dilepaskan anak panah yang lain dan mengenainya hingga sahabat itu meneruskan ruku’ dan sujud. Setelah itu ia membangunkan sahabatnya dari tidur.
            Amar berkata, “Duduklah dengan tenang, aku telah bangun.” Orang itu lantas melompat demi dilihatnya kedua sahabat itu hendak membalasnya, lalu kaburlah ia.
            Ketika dilihatnya tubuh sahabat Anshar mencucurkan darah, Amar berkata, “ Subhanallah, mengapa kau tidak membangunkan aku saat pertama ia memanahmu?”
            “Saat itu aku sedang serius membaca satu surat, aku tidak ingin memutuskannya hingga tuntas. Maka panah demi panah mengenaiku, akupun ruku’ lantas membangunkanmu. Demi Allah, kalau bukan karena khawatir aku mengabaikan amanah (tugas) yang Rasulullah perintahkan aku untuk menjaganya, aku biarkan ia membunuhku hingga aku selesaikan bacaanku atau merealisasikan surat itu.
            Demikianlah kekhusyu’an mereka, bahkan sebagian meriwayatkan bahwa kakinya sampai terputus dalam keadaan shalat tanpa ia rasakan. Kehebatan macam apa ini? Kekhusyu’an macam apa jika diantara mereka merasakan istirahatnya dalam shalat?
            Oleh karena itu jika Rasulallah dikerumuni banyak problema atau malapetaka, beliau memanggil Bilal, agar Bilal segera adzan. “Istirahatkan kita dengan shalat, hai Bilal”
            Beliau menganggapnya sebagai refreshing atas segala beban yang dirasakannya dari pendustaan kaumnya dan perbuatan mereka menghalangi jalan Allah serta rongrongan dari para pembesar Quraisy.
            Adapun kita, tubuh-tubuh kita berdiri di masjid namun pikiran dan perasaan kita jauh melanglang buana ke luar masjid, baik seluk beluk urusan bisnis, nasib dan keadaan anak-anak dirumah serta binatang piaraan kita, dan rencana-rencana masa depan. Melambung pula kecantikan istri dan tunangan. Pikiran kita dikerumuni oleh problematika rumah tangga, anak-anak dan tetangga, urusan sawah, mobil dan semua yang berkaitan dengan jual beli, service, karier dan kenaikan pangkat, persaingan hingga semua pengembaraan jauh keluar masjid.
            Sampai akhirnya kita mendengar ucapan imam, Assalamu’alaikum, dan kita terkejut. Seakan seseorang membangunkan kita dari dengkur yang pulas, agar kembali menyadari bahwa kita sedang berada di masjid, di antara jamaah shalat. Barangkali ini adalah salah satu sebab yang kita saksikan, bahwa di antara manusia yang dalam senantiasa menjaga shalatnya, mereka tetap melakukan banyak kemaksiatan dan kedhaliman. Membuat mereka tidak khusyu’ dalam shalat. Tidak menyadari bahwa Allah ada didepan mereka, tidak mentadabburi apa yang mereka baca.
            Shalatnya tidak dapat mencegah kemungkaran, seperti firman Allah SWT,
            “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (Al Ankabut: 45)
            Ayat ini tidak diragukan lagi kebenarannya jika kita realisasikan kekhusyu’an dan kita tinggalkan kepura-puraan.
Maka bisakah kita seperti sahabat Rasulallah yang sanggup memikul perintahnya dengan mengabaikan segala apa yang menghalangi? Pertanyaan itu hanya dapat dijawab oleh diri kita, tanyakan pada hati apakah sanggup kita berbuat seperti itu?


“ Seorang murabbi itu adalah orang tua bagi mutarabbinya dalam aspek keprihatinan dan soal kebajikan. Murabbi adalah syaikh bagi mutarabbinya dalam aspek memperbaiki kualitas ruhi agar dapat menjadi sumber inspirasi. Seorang murabbi adalah ustadz dalam aspek penyampaian ilmu kepada mutarabbinya. Seorang murabbi juga adalah seorang pemimpin dalam mengarahkan dan memimpin mutarabbinya ke jalan Allah..”

“Di jalan para pejuang, tidak boleh kita hanya menerima tanpa memberi. Komitmen kita ialah memberi buah terbaik kepada masyarakat tanpa mengharap ganjaran yang besar. Selama matahari masih bersinar, disitulah kontribusi kita berterusan..”


»»  READMORE...

Berbukalah dengan yang manis

Berbukalah dengan yang Manis, Jangan untuk Sahur



Wah, sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan (Horeee). Betapa gembiranya hati ini. Marhaban ya Ramadhan, selamat datang bulan penuh berkah. Pastinya seluruh umat muslim sedunia menanti kedatangan bulan penuh kebaikan ini. Nah, untuk merefresh kembali ingatan kita tentang kegiatan rutin di bulan Ramadhan, puasa (fasting yaitu berbuka dan bersahur, mari ikuti saran dari dokter yuuk. Ini nih kutipannya, "Saat berbuka puasa sebaiknya mendahulukan minum dan makanan yang manis dan memiliki kadar gula cukup tinggi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kalsel drg. H. Rosihan Adhani di Banjarmasin, Minggu atau sehari menjelang bulan Ramadhan. 

Tubuh seseorang yang berpuasa sehari penuh kehilangan sekurang-kurangnya dua liter cairan. Untuk memulihkan kondisi tubuh ini, dibutuhkan makanan yang manis. Sedangkan bagi yang terbiasa makan nasi dianjurkan sebaiknya dilakukan setelah tubuh kemasukan makanan dan minuman manis. Untuk santap berat atau makan nasi sebaiknya ada sela waktu setelah shalat Magrib atau ba`da Isya serta salat Tarawih

Perlunya jeda waktu agar ada kesempatan tubuh seseorang yang setelah berpuasa untuk menyesuaikan dari kondisi kosong selama 12 jam. Selanjutnya untuk santap sahur justru dianjurkan menghindari makanan dan minuman yang manis, tetapi lebih baik banyak mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi. 

Tubuh perlu waktu yang cukup lama untuk bekerja, mencerna makan-makanan padat seperti nasi atau makanan yang banyak mengandung karbohidrat. Seseorang yang banyak makan makanan berkarbohidrat, akan mampu menahan rasa lapar atau haus lebih lama. 

"Hindari makan dan minum yang manis-manis pada saat sahur, karena manis akan cepat merangsang rasa haus," katanya. 

Hal juga dianjurkan untuk menjaga tubuh agar tetap fit, untuk santap sahur sebaiknya di waktu akhir menjelang imsak, sehingga tubuh bisa bertahan tetap segar hingga kembali buka puasa. Untuk orang yang memiliki penyakit khusus atau serius seperti jantung dan kencing manis, sebaiknya sebelum puasa agar berkonsultasi ke dokternya. 

"Tapi pada dasarnya, puasa itu justru menyehatkan dan membuat orang awet muda dan untuk orang-orang yang menderita penyakit tertentu tetap harus konsultasi dengan dokter," kata Rosihan Adhani.

*Berbagai sumber
»»  READMORE...
Menjadi Secantik Aisyah r.ha © 2008 Por *Templates para Você*