Friday, June 22, 2012

Puisi Cinta dari Adinda Matlab…

Puisi Cinta dari Adinda Matlab…

Assalamu’alaikum warahmatullah..

Apa yang terlintas di fikiran Anda ketika mendengar sajak cinta dari seseorang?
Senang-kah?
Malu-kah?
Atau dasar tukang gombal (Hhuuh)..

 

Tenang, tenang, kali ini kita akan sedikit bersinggungan dengan cinta.
Tepatnya cinta kepada sesama manusia, hubungan antara kakak Assisten Laboratorium (selanjutnya disingkat AsLab)  dengan adik assisten tentunya dan pihak terkait lainnya..
Yah, satu tahun belakangan ini yaitu ketika saya semester lima di sebuah perguruan tinggi ternama (baca: UNIMED) saya melamar menjadi assisten praktikum matematika. Syaratnya masih mudah, lulus praktikum matematika I sampai praktikum matematika IV. Mudah kan? Cuma butuh 2 tahun berjenjang kok supaya bisa melamar AsLab..
Lamaran kali itu tidak membutuhkan banyak biaya, Anda hanya perlu menyediakan Foto 3x4 berwarna satu lembar lalu mengisi formulir yang disediakan tanpa membayar apapun (ingat: tanpa biaya apapun).  Dari hati seyakinnya saya akan lulus. Yah, saya memang tidak begitu perlu menggunakan teori peluang atau deret taylor untuk membuktikannya (pletak!) dan Alhamdulillah lulus juga.
Masuk ke pasal orang yang meluluskan saya ini, namanya Herman Marbun (maaf ya bang kalau ada kesalahan nama), biasa dipanggil bang Herman. Awalnya serem banget melihat looking abang ini, wajahnya tidak meyakinkan buat anak kecil tersenyum manis seketika. Itulah hidup, kita tidak boleh melihat seseorang hanya dari tampangnya a.k.a wajahnya. Don’t judge book by its cover. Ternyata si abang baik euy, mungkin butuh waktu lebih lama lagi untuk membuatnya akrab. Nak kenal dekat je supaya si abang bisa dijadikan mad’u (object da’wah).  Yang nantinya akan sering dipinjami LCD oleh kawan-kawan keputrian dan dari pihak tertentu lainnya. Terima kasih ya bang Herman atas perhatian dan pengertiannya..
Semenjak saat itu saya mulai sering mengunjungi bang Herman dikantornya (ups!).  Eh, memang harus la, kan mau mengambil daftar absen adik2 ntu (jangan su-uzhan aj la boy).  Dan pada akhirnya … … …
Semua berjalan dengan baik, saya menjadi populer dikelas adik assisten (ya iyalah, kan dah bisa menggantikan dosen). Semua ilmu dari kakak aslab saya sebelumnya, saya kembalikan ke adik2 assisten sekarang. Tak ada yang ditutupi, tak ada yang disembunyikan bahkan saya dkk menambahi apa yang tidak ada di diktat. Saat semester lima saya mengajar bersama Iwan Prakasa dan Joy Juli Great Simanjuntak (daku yang paling cantik kaan?) dikelas Mat Dik A 2011.  Praktikum Mat I. Asli Menyenangkan..
Lanjut ke semester 6, saya, bang Iwan kochu (panggilan spesialku padanya) dan bang Joy (secara Joy lebih tua dari saya) berpisah. Cari kawan yang sama jam kosongnya. Semuanya classmate tapi untuk cari waktu kosong beda-beda dunk. Akhirnya terbentuklah tim bersama Nurhabibah Nasution, Retni Triandini dan Widya shopa. Kali ini mungkin saya juga yang paling cantik dan paling muda, persis saat bersama kochu dan bang Joy. Gedhubrak!! (maaf, kalau ada yang narsis :)) di kelas Mat Dik C 2011. Praktikum Matlab.



Awalnya sedikit kesulitan mengikutinya karena pada masa 2009 belum ada praktikum Matlab.  Tapi sebagai assisten yang professional (subhanallah) kita harus belajar otodidak supaya bisa mengajari adik2 ntu. Bela-belain pinjam diktat adik kelas dan eng ing eng diktat Rikky Ardiansyah Lubis (Ketum Ummat 2012-2013) yang terpilih untuk dipinjam.   Alhamdulillah, materinya bisa diikuti walaupun tidak sangat mahir.
Nah, dikelas terakhir inilah yang ada puisi cinta nya.. (he)..
Maklum permintaan orang dapur (whattzz??) maksudnya permintaan kakak assisten nya (saya-lah otaknya :) ). Ini berkenaan dengan bagaimana pandangan mereka tentang Praktikum Matlab dan khusus kakak assistennya, saya sendiri. Berikut cuplikan puisi mereka khususnya untuk Qoriyanti..

Selamat menikmati!!

Syah Alam
Karya: Fajar Sukma Harsa
Selalu kupandang tanpa kaku
Selendang laksana mihrabnya suci
Kerudung halus putih bercahaya
Menguntai niat mulus murni
Dia wanita sejati
Detakan jantung
Hembusan nafas
Derapan langkah
Tak pernah lepas dari tasbih
Tak pernah luntur dari ikhlas
Tak pernah jatuh dari salam
Si kerudung, si buah qalbu
Hakikat sang pujangga syah alam
Sayembara tujuh rupa
Melintang ikrar sang benang putih
Bersatu untuk satu tujuan
Gembok suci penutup raga
Dari hitam pekat dunia
Untuk agama murni semata
Tergenggam benang suci dalam satu ikatan
Kerudung putih terlingkar di dada
Wanita . . .
Engkau emas kerudung
Wanita . . .
Engkau penikmat kerudung
Wanita . . .
Engkau buahnya kerudung
Wanita . . .
Engkau madunya kerudung
Wanita . . .
Engkau lah kerudung itu
Sayup-sayup menekan dunia
Bumi indah, langit ku cerah
Ufuk ke ufuk

Comment untuk Fajar : Subhanallah, puisi fajar Te O Pe Be Ge Te deh :)..


Karya: -
Senyuman tulus terukir dari bibirmu
Kesabaran terpancar rona indah pipimu
Tutur lembutmu meyakinkan langkahku
Untuk mencintai medan berat ini bersamamu
                Awal yang berat terlihat mudah
                Karena dorongan semangat darimu
                Kepulan rasa lelah hilang seketika
                Saat kau tepuk bahuku
Semua yang kompleks menjadi sederhana
Semua yang sulit terlampaui
Terjalani secepat kecepatan cahaya
Terlewati penuh makna yang berarti
                Semoga pertemuan sesaat ini
                Menjadi makna yang besar
                Dan memberi arti
                Untuk setiap langkah yang dilalui

Comment untuk Adinda: terima kasih dinda pemalu, namanya sampai tidak dicantumkan. Thank’s to Prof. P. Siagian. Menepuk bahu memang selalu diingat. :)

KAU
Karya: Nisma Ariyati
Kau bagai mawar berduri
Merah merekah
Harum semerbak
Namun kau terlindungi dari duri
Tak ada yang berani memetikmu
                Pesonamu sungguh menawan
                Menaklukkan setiap lebah yang berterbangan
Membuat iri kembang-kembang lain
Tuturmu yang santun
Anggunnya dirimu dibalik hijab yang menjuntai
Dan kecerdasan yang menambah kesempurnaanmu
                Siapa yang tak menginginkanmu
                Wahai kau mawar berduri??

Coment untuk Nisma: Terima kasih atas sanjungannya. Wah, ternyata kakak mawar berduri yaa.. :)

Genggaman Harap
Karya: Putri Readora
Kau, yang disana, yang duduk dengan harap ..
Harap-harap agar kami ini bisa ..
Bisa seperti bintang di angkasa
Dan mutiara di dasar samudera ..
Bagaimana ku berterima kasih tentang itu?
Kala bibir tak bisa berucap ..
Dan raga ini tak bisa mengungkap,
Terimalah sekumpulan kata berirama cinta dari adinda,
Yang akan menemanimu di balik lamunanmu,
Menjadi obat rindumu saat aku tak disisimu ..
Walau ‘kau’ dan ‘aku’ tak terikat apapun ..
Tetaplah ingat aku dalam sujudmu,
Dalam setiap tetes doamu, kakanda ..
Medan, 21 Mei 2012

Comment untuk Putri: Terima kasih ya Putri atas puisinya. Memang puisi adinda sekalian menjadi pengobat rindu ahh.. :)


Kelembutan Hatimu
Karya: Stepany Cristy Tarigan
Kelembutan hati
Yang engkau miliki
Mampu meluruhkan seluruh
Masalah dalam hatiku
                Senyum, suara, tindakan
Yang engkau miliki
                Mengandung arti kelembutan
                Yang mendalam
Kesabaran yang engkau
Tunjukkan mampu menjadi
Penghilang kegundahan hati
                Kelembutan hatimu
                Bak fajar yang menyinari kegelapan

Comment untuk Cristy: Terima kasih ya Cristy, puisinya bagus. Kelembutan hati memang membuahkan hasil.. :)

Matlab
Karya: -
Matlab . . .
Apa itu matlab?
Sejenis makanankah?
Atau suatu nama ilmu baru?
Sungguh istilah yang asing bagiku
                Hari demi hari dilewati
                Bimbingan demi bimbingan dijalani
                Barulah aku memahami apa itu matlab
Sungguh suatu ilmu yang unik
Ilmu yang dapat mencerahkan masa depan
Engkau akan kujadikan sebagai
Tambahan bekal ilmuku
Untuk mamasuki masa depan gemilang

Comment untun Adinda: Terima kasih atas puisinya. Lupa buat namanya nih yaa.  Sekarang dah tidak asing lagi dengan matlab kaan dinda? :)

Terima kasih berujung
Karya: Chrisna T.Y Sinaga
Awalnya aku meniadakanmu
Menganggapmu seperti tiang-tiang
Penyangga peremaian jiwa
Namun kau tak abai
Kau mainkan serunai
Hingga ku tertegun
Dan semua paradigma terputus
Kini kumenanti saat,
Detak langkahmu mendekat
Wangi senyummu merona …
Alunan suaramu , , ..
Namun ku sadar, masa kan berujung
Lembayung senja akan menutup
Penantian tidak akan lagi
Pupus akan berhenti
Semoga juangmu sesukses senyummu
Terima kasih . . .
^_^

Comment untuk Chrisna: Terima kasih ya Crisna. Ternyata senyum kakak wangi yaa. :)

Subhanallah ya, bagus-bagus imajinasinya..
Yuk, mari kita termotivasi menjadi orang yang bermanfaat. Sulit memang, tidak semudah  membalik telapak tangan,  insya Allah, di setiap kesulitan ada kemudahan. Seperti dalam firmanNya:
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan (5). Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan (6).” (Q.S. Asy-Syarh: 5-6)
Ya kawan, di setiap kesulitan ada kemudahan. Tetaplah saling menasehati dengan hikmah. Fastabiqul khairat!

Nihayatuzzyn
22 june 2012; 12.19pm

2 comments:

Menjadi Secantik Aisyah r.ha © 2008 Por *Templates para Você*